Inilah Jihadku
Laa
Yukallifullahu Nafsan Illa Wus’ahaa
(Allah
tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.....)
Bismillahirrahmanirrahiim.
Kemarin,
1 Februari 2015 buku yang saya nanti-nanti mulai tanggal 26 Januari 2015
akhirnya tiba. Sekilas membaca judulnya inilah jihadku memang terdengar asing
bagi sebagian orang yang sering gagal paham dan terlalu terbawa emosi hingga
salah mengartikan jihad. Jihad dalam bahasa arab berarti perjuangan, yang tak selalu
harus terlaksana di medan perang melainkan sebuah upaya untuk melawan berbagai
macam ujian dan rintangan kehidupan untuk meraih kebahagian dan menebar
kebermanfaatan. Saat membaca salah satu kisah inspiratif di suatu media tentang
sosok Muhammad zulfikar Rakhmat, saya berinisiatif untuk menambah beliau ke
sosok lingkaran pertemanan. Tidak disangka beliau sangat ramah dan senang
berkenalan dengan orang baru. Hingga akhirnya saat mas Fikar hendak merilis
buku Inilah Jihadku, saya semakin penasaran karena di buku ini pastinya akan
mengupas kisah jihad yang akan menghantarkan kita menuju gerbang
kebermanfaatan, Insyaa Allah.
REVIEW SINGKAT
Membaca
buku ‘Inilah Jihadku’ memberikan inspirasi yang luar biasa. Buku ini ditulis
dengan untaian kata nan indah dan makna yang mudah dipahami bagi setiap yang
akan membacanya. Saat membaca buku ini, saya seolah-olah membayangkan diri
menjadi posisi sang penulis. Betapa tidak, saat membaca buku ini mata saya
berkaca-kaca dan haru terlebih ada bagian dari isi buku yang benar-benar
membuat hati sedih. Kesedihan itu ada batasnya, yakni ketika kita bisa
menjalani ujian kehidupan dengan penuh kesabaran. Begitulah salah satu gambaran
isi buku ini. Buku ini juga memberikan kita nilai-nilai positif sebagai anak
muda agar tetap senantiasa tegar dengan keterbatasan yang kita punya. Mas
Zulfikar, seorang difabel memberikan inspirasi tidak hanya kepada kaum difabel
untuk sukses dan meraih impian tetapi bagi kita yang non difabel juga bisa
belajar dari beliau banyak hal tentang tekad dan semangat yang dimilikinya
untuk menjadi yang terbaik. Setiap bab dari buku ini juga memiliki
kutipan-kutipan yang menginspirasi sehingga pembaca juga bisa termotivasi. Membaca
‘inilah jihadku’ memberikan kita energi. Energi untuk tetap selalu ‘azamta fatawkkal ‘alallah yakni untuk
selalu menguatkan niat lalu bertawakal kepada Allah.
Jadi, tidak ada salahnya bagi Anda teman-teman untuk
miliki buku ini. Insyaa Allah Buku ini sangat bermanfaat tidak hanya untuk diri
sendiri namun melalui buku ini kita juga bisa belajar untuk memberi
kebermanfaatan terhadap orang lain.
Akhir kata, Terima kasih mas Fikar sudah berbagi
melalui buku ini. Semoga mimpi besar dan mulia Anda senantiasa terwujud.

No comments:
Post a Comment