Dia Bernama
Skripsi, Berjuang Meluluhkan Cintanya
(By : Hasnan
Fiqri)
Assalamualaikum
sahabat!
Pada kesempatan ini saya ingin berbagi dengan sebuah
kata yang tidak asing lagi buat mahasiswa akhir dengan inisial S. Flashback sedikit memori kita sikit saat jadi mahasiswa pemalu
(pemula). Menjadi mahasiswa pemula, wajah masih polos, takut dan segan dengan
senior, dan paling bahagia kalau dosen tidak hadir. Begitu juga dengan tahun
kedua, naik tahta menjadi senior tingkat I. Pada tahap ini, mahasiswa cenderung
untuk tidak menjadi pemula dan pelan-p[e]lan beranjak dari sikap pemalu.
Kemudian naik tahta lagi, dimahkotai menjadi senior tingkat II pada tahun
ketiga. Pada tahun ketiga ini, tingkat kesulitan matakuiah semakin menantang,
pada tahap ini sebagian mahasiswa menemui titik jenuh, titik dimana hasrat dan
semangat belajar menurun. Untuk itu motivasi dalam diri dan dukungan orang tua,
sahabat dan orang terdekat sangat membantu untuk melalui proses ini. Hingga
tahap selanjutnya..... Mahasiswa Tingkat Akhir (tahun ke-4 atau Tahun ke-5).
Predikat yang ini mungkin agak panjang untuk dibahas. Pada fase ini, mahasiswa
dituntut untuk menjadi pejuang tangguh dan be a warrior dan survive dengan
segala keadaan. Pada tingkatan ini, biasanya
mahasiswa (penulis pribadi juga) galau dengan sebuah kata yang cukup tabu untuk
diperbincangkan bernama Skripsi. Mengejar cinta skripsi tidaklah mudah.
Dibutuhkan suatu tekad yang kuat dan semangat pantang menyerah. Matakuliah yang
dihadapi mungkin hanya 1 yaitu skripsi/tugas akhir. Benar, hanya satu
matakuliah tapi berbulan-bulan bahkan terkadang bisa saja bertahun-tahun (ini
kelewatan sih hhe).
Ada beberapa hal yang bisa kita
lakukan untuk memulai mencari cinta sang Skripsi. Mungkin ini beberapa tips
yang bisa saya berikan buat teman-teman yang lagi berjuang juga menaklukkan
Skripsi. Cekidot!
ü Meminta izin dan
restu orangtua
Mungkin kedengaran
berlebihan. Tapi tahukah sobat, hal ini bisa menjadi semangat dan memicu kita
untuk bersungguh-sungguh untuk mengerjakan skripsi. Dengan izin dan restu ibu
dan ayah, insyaa Allah kita bisa memulai skripsi dengan hati yang tidak galau.
ü Mulai dengan
Masalah
Masalah dapat ditemukan
ataupun diciptakan. Penting sekali untuk observasi (baik literatur ataupun
secara langsung) terhadap objek yang akan kita teliti. Apabila belum menemukan
permasalahan, maka ciptakan masalah. Seperti
; kira-kira bagaimana jika ini tidak tercapai.... bagaimana jika...
Misalnya : saat hendak
kerja praktek, kita dituntunt untuk menyelesaikan laporan magang. Saat berada
disana teliti objek dan bagaimana hubungan objek ini terhadap komponen lain.
Setelah menemukan atau
menciptakan masalah. Buatlah kerangka atau alur pikir berupa mind map
sederhana. Hal ini nantinya akan memudahkan untuk penyusunan latar belakang
(BAB 1).
ü Jangan Ragu
untuk Bertanya atau Berdiskusi dengan Senior atau Teman
Masukan dari senior
atau teman terkadang cukup membantu. Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk
meminta bantuan mereka untuk mendiskusikan rancangan judul yang kita buat.
ü Sudah
ancang-ancang buat proposal penelitan
Setelah membuat
kerangka pikir tadi, tidak ada salahnya langsung mengolahnya menjadi BAB 1.
Kemudian BAB II (Teori Dasar) dapat kita cari tahu dari rumusan masalah. Ada
baiknya tiap rumusan masalah yang kita padukan tadi ada teori yang mendukung. Nah
, untuk BAB III (metode penelitian) insyaa Allah bisa dibuat dengan mudah apabila
sudah jelas arah atau tujuan yang kita capai. Apabila masih samar-samar, baca
kembali BAB I. BAB I dan BAB III sangat erat kaitannya, dimana pada BAB I
adalah awal untuk mengungkap masalah dan BAB III cara untuk mengungkap atau
menemukan solusi dari masalah.
ü Jangan pernah
ragu untuk masukin Draft Proposal
We
never know if we never try. Setelah kita
yakin dengan draft proposal yang kita buat. Ajukan segera judul dan senantiasa
berdoa agar propsal penelitian kita diterima. Apabila ditolak, jangan patah
asa. Tidak perlu mengganti judul jika dirasa judul skripsi masih layak. Mungkin
kita bisa memberi ‘sedikit sentuhan bahasa’ pada judul proposal atau
menambahkan apa yang dirasa belum lengkap (tentunya dapat meminta bantuan,
pendapat teman-teman yang sukses proposalnya diterima)
ü Menikmati proses
bimbingan tahap I
Tahap ini sudah semakin
membuat dag dig dug. Betapa tidak kita yang dulu mungkin senang dosen tidak
hadir saat matakuliah berlangsung tiba-tiba sedih, kecewa bila beliau tak hadir
(Ciee, yang akhirnya....ya sudahlah J ). Saat bimbingan skripsi/tugas akhir, penting
sekali untuk menghargai dosen pembimbing. Ada adab-adab yang perlu kita
perhatikan sewaktu ingin bimbingan. Kita harus bisa terlebih dahulu dekat
dengan pembimbing. Pada dasarnya, sulit bagi pembimbing untuk mengingat nama
mahasiswanya karena banyaknya mahasiswa yang dibimbing. Meskipun begitu, tetap
berupaya mendekatkan hubungan yang baik terlebih dahulu dengan pembimbing.
Jadi, sewaktu bimbingan kita tidak perlu ‘kaku’. Mulailah proses bimbingan
proposal dengan tetap menjaga sikap yang baik saat bimbingan. Apabila hendak
bimbingan dan ternyata sang dosen tidak bersedia untuk bimbingan. Coba tanyakan
dengan bahasa yang sopan kapan pembimbing ada waktu lagi untuk bimbingan.
Sebelum menuju tahap
seminar proposal, kerjakan revisi semaksimal mungkin untuk menghindari
kesalahan berikutnya (biasanya perhatikan tata tulis dan ide pokok dari latar
belakang). Jangan menunda-nunda waktu. Segera mungkin kerjakan revisi dan
kembalilah bertemu dan diskusikan kembali proposal dengan pembimbing.
ü Seminar Proposal
Sudah ACC buat seminar
namun terkadang masih galau karena takut gagal? Yah, perasaan itu juga pernah
saya alami tapi satu hal yang perlu kita lakukan adalah membuang jauh-jauh
energi negatif dan menumbuhkan energi positif dan sikap percaya diri yaitu
dengan tetap berpegang teguh pada apa yang kita tulis (biasanya saat seminar,
sering ditanya mengenai latar belakang dan metodologi). Untuk itu, harus benar-benar
percaya diri dan selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap urusan.
ü Enjoy the moment
of making “Skripsi”
Setelah seminar
selesai, sobat bisa sejenak beristirahat dan refreshing sedikit hhe. Tapi
jangan terlalu lama. Setelah seminar dan hendak memulai penelitian di lapangan
hingga proses penulisan sang skripsi tentu terkadang ada kejenuhan. Kejenuhan
dalam membuat skripsi adalah hal yang wajar. Namun ingat kembali tujuan awal
membuat skripsi, ingat kembali do’a dan pesan yang disampaikan orangtua kepada
kita. Jika lelah, berhentilah sejenak dan cobalah kerjakan kembali. Usahakan
tidak terdistraksi dengan hal-hal lain (seperti ajakan menonton, bermain,
keluar malam,dll). Skripsi bukan hanya sekedar tulisan yang rumit, melainkan
tulisan sederhana yang bernilai juang.
ü Skripsi dan
Bimbingan
Sobat, pada tahapan ini
kita harus benar-benar buang rasa malas dan main-main. Mengapa? Bagaimana mungkin
kita harus menjadi malas, ketika kita rajin kita susah menjumpai pembimbing. Jadi,
yuk motivasi diri sendiri untuk bergerak maju dan melangkah bersama
pejuang-pejuang lainnya. Bila perlu buat grup “Dosen Warrior’’ misalnya. Dengan
adanya grup, sesama penakluk skripsi ada wadah sharing knowledge atau tukar
informasi tentang keberadaan dosen. Cara ini cukup ampuh! Selain menolong teman
yang kewalahan mencari dosen (mahasiswa dengan rumah yang jauh dari kampus).
Oiya, dalam bimbingan skripsi, kita tidak perlu mendesak-desak atau memaksa
pembimbing untuk ACC-in skripsi kita, justru hal itu akan membuat keadaan tidak
menjadi lebih baik. Saat bimbingan, meskipun banyak coretan jangan patah
semangat, perbaiki coretan tersebut menjadi lebih baik. Jangan takut salah,
karena salah adalah hal yang wajar. Oiya, saat hendak bimbingan kita juga bisa
menanyakan dengan sopan kepada dosen pembimbing kira-kira ‘sudah layak buat
sidang’. Well, asal kita sudah benar-benar yakin loh.
ü Tibalah
Menjemput Cinta Skripsi
Untuk mendapatkan cinta
skripsi tahap terakhir adalah melalui ujian. Udah di acc buat kompre/sidang
disitu terkadang saya merasa sedih (ehhh J). Sedih bukan dalam artian hendak menangis. Tapi
sedih kalau tiba-tiba nanti ujian gagal dan tak bisa mempertahankan Skripsi
atau terjadi penolakan.Well, penolakan atau gagal bukan titik akhir segalanya guys. Bisa saja menjadi
awal untuk yang lebih indah dan berharga. Namun, tidak ada salahnya sobat jangan
langsung berfikiran untuk gagal dalam ujian skripsi. Sobat kudu yakin dengan
diri sendiri dan jangan terlalu cemas untuk menghadapi sidang besok. Rasa
khawatir, gelisah, nervous adalah hal yang wajar. Buat hati tenang dan selalu
berdoa yang terbaik. Bacalah selalu doa “Rabbi zidni ilman, warzuqni fahman” dan
“Rabbish
rahli sadri wa yas-sir li amri wahloul uqdatam mil-lisaani yafqahu
qawli”
Yah,
itulah sekelak tips dan motivasi buat teman-teman yang lagi berjuang
menaklukkan skripsi. Selamat berjuang sobat!
sumber gambar :
Blog.downtravels.com
Moodle.sou.edu
sharpschool.com
wikihow.com
123.rf.com
pksnongsa.rssing.com












No comments:
Post a Comment