Say"Welcome to my zone"


widgeo.net

Tuesday, February 2, 2016

Dia Bernama Skripsi, Berjuang Meluluhkan Cintanya



Dia Bernama Skripsi, Berjuang Meluluhkan Cintanya


(By : Hasnan Fiqri)
Assalamualaikum sahabat!

Pada kesempatan ini saya ingin berbagi dengan sebuah kata yang tidak asing lagi buat mahasiswa akhir dengan inisial S. Flashback sedikit memori kita sikit saat jadi mahasiswa pemalu (pemula). Menjadi mahasiswa pemula, wajah masih polos, takut dan segan dengan senior, dan paling bahagia kalau dosen tidak hadir. Begitu juga dengan tahun kedua, naik tahta menjadi senior tingkat I. Pada tahap ini, mahasiswa cenderung untuk tidak menjadi pemula dan pelan-p[e]lan beranjak dari sikap pemalu. Kemudian naik tahta lagi, dimahkotai menjadi senior tingkat II pada tahun ketiga. Pada tahun ketiga ini, tingkat kesulitan matakuiah semakin menantang, pada tahap ini sebagian mahasiswa menemui titik jenuh, titik dimana hasrat dan semangat belajar menurun. Untuk itu motivasi dalam diri dan dukungan orang tua, sahabat dan orang terdekat sangat membantu untuk melalui proses ini. Hingga tahap selanjutnya..... Mahasiswa Tingkat Akhir (tahun ke-4 atau Tahun ke-5). Predikat yang ini mungkin agak panjang untuk dibahas. Pada fase ini, mahasiswa dituntut untuk menjadi pejuang tangguh dan be a warrior dan survive dengan segala keadaan. Pada tingkatan ini, biasanya mahasiswa (penulis pribadi juga) galau dengan sebuah kata yang cukup tabu untuk diperbincangkan bernama Skripsi. Mengejar cinta skripsi tidaklah mudah. Dibutuhkan suatu tekad yang kuat dan semangat pantang menyerah. Matakuliah yang dihadapi mungkin hanya 1 yaitu skripsi/tugas akhir. Benar, hanya satu matakuliah tapi berbulan-bulan bahkan terkadang bisa saja bertahun-tahun (ini kelewatan sih hhe).
            Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk memulai mencari cinta sang Skripsi. Mungkin ini beberapa tips yang bisa saya berikan buat teman-teman yang lagi berjuang juga menaklukkan Skripsi. Cekidot!
           
ü  Meminta izin dan restu orangtua
Mungkin kedengaran berlebihan. Tapi tahukah sobat, hal ini bisa menjadi semangat dan memicu kita untuk bersungguh-sungguh untuk mengerjakan skripsi. Dengan izin dan restu ibu dan ayah, insyaa Allah kita bisa memulai skripsi dengan hati yang tidak galau.
                                                  (source: pksnongsa.rssing.com)
ü  Mulai dengan Masalah
Masalah dapat ditemukan ataupun diciptakan. Penting sekali untuk observasi (baik literatur ataupun secara langsung) terhadap objek yang akan kita teliti. Apabila belum menemukan permasalahan, maka ciptakan masalah. Seperti  ; kira-kira bagaimana jika ini tidak tercapai.... bagaimana jika...
Misalnya : saat hendak kerja praktek, kita dituntunt untuk menyelesaikan laporan magang. Saat berada disana teliti objek dan bagaimana hubungan objek ini terhadap komponen lain.
ü  Membuat Kerangka Pikiran
Setelah menemukan atau menciptakan masalah. Buatlah kerangka atau alur pikir berupa mind map sederhana. Hal ini nantinya akan memudahkan untuk penyusunan latar belakang (BAB 1).
ü  Jangan Ragu untuk Bertanya atau Berdiskusi dengan Senior atau Teman
Masukan dari senior atau teman terkadang cukup membantu. Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk meminta bantuan mereka untuk mendiskusikan rancangan judul yang kita buat. 

ü  Sudah ancang-ancang buat proposal penelitan
Setelah membuat kerangka pikir tadi, tidak ada salahnya langsung mengolahnya menjadi BAB 1. Kemudian BAB II (Teori Dasar) dapat kita cari tahu dari rumusan masalah. Ada baiknya tiap rumusan masalah yang kita padukan tadi ada teori yang mendukung. Nah , untuk BAB III (metode penelitian) insyaa Allah bisa dibuat dengan mudah apabila sudah jelas arah atau tujuan yang kita capai. Apabila masih samar-samar, baca kembali BAB I. BAB I dan BAB III sangat erat kaitannya, dimana pada BAB I adalah awal untuk mengungkap masalah dan BAB III cara untuk mengungkap atau menemukan solusi dari masalah.
ü  Jangan pernah ragu untuk masukin Draft Proposal
We never know if we never try. Setelah kita yakin dengan draft proposal yang kita buat. Ajukan segera judul dan senantiasa berdoa agar propsal penelitian kita diterima. Apabila ditolak, jangan patah asa. Tidak perlu mengganti judul jika dirasa judul skripsi masih layak. Mungkin kita bisa memberi ‘sedikit sentuhan bahasa’ pada judul proposal atau menambahkan apa yang dirasa belum lengkap (tentunya dapat meminta bantuan, pendapat teman-teman yang sukses proposalnya diterima)

ü  Menikmati proses bimbingan tahap I
Tahap ini sudah semakin membuat dag dig dug. Betapa tidak kita yang dulu mungkin senang dosen tidak hadir saat matakuliah berlangsung tiba-tiba sedih, kecewa bila beliau tak hadir (Ciee, yang akhirnya....ya sudahlah J ). Saat bimbingan skripsi/tugas akhir, penting sekali untuk menghargai dosen pembimbing. Ada adab-adab yang perlu kita perhatikan sewaktu ingin bimbingan. Kita harus bisa terlebih dahulu dekat dengan pembimbing. Pada dasarnya, sulit bagi pembimbing untuk mengingat nama mahasiswanya karena banyaknya mahasiswa yang dibimbing. Meskipun begitu, tetap berupaya mendekatkan hubungan yang baik terlebih dahulu dengan pembimbing. Jadi, sewaktu bimbingan kita tidak perlu ‘kaku’. Mulailah proses bimbingan proposal dengan tetap menjaga sikap yang baik saat bimbingan. Apabila hendak bimbingan dan ternyata sang dosen tidak bersedia untuk bimbingan. Coba tanyakan dengan bahasa yang sopan kapan pembimbing ada waktu lagi untuk bimbingan.
 ü  Revisi dan Bimbingan
Sebelum menuju tahap seminar proposal, kerjakan revisi semaksimal mungkin untuk menghindari kesalahan berikutnya (biasanya perhatikan tata tulis dan ide pokok dari latar belakang). Jangan menunda-nunda waktu. Segera mungkin kerjakan revisi dan kembalilah bertemu dan diskusikan kembali proposal dengan pembimbing.
ü  Seminar Proposal
Sudah ACC buat seminar namun terkadang masih galau karena takut gagal? Yah, perasaan itu juga pernah saya alami tapi satu hal yang perlu kita lakukan adalah membuang jauh-jauh energi negatif dan menumbuhkan energi positif dan sikap percaya diri yaitu dengan tetap berpegang teguh pada apa yang kita tulis (biasanya saat seminar, sering ditanya mengenai latar belakang dan metodologi). Untuk itu, harus benar-benar percaya diri dan selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap urusan. 
ü  Enjoy the moment of making “Skripsi”
Setelah seminar selesai, sobat bisa sejenak beristirahat dan refreshing sedikit hhe. Tapi jangan terlalu lama. Setelah seminar dan hendak memulai penelitian di lapangan hingga proses penulisan sang skripsi tentu terkadang ada kejenuhan. Kejenuhan dalam membuat skripsi adalah hal yang wajar. Namun ingat kembali tujuan awal membuat skripsi, ingat kembali do’a dan pesan yang disampaikan orangtua kepada kita. Jika lelah, berhentilah sejenak dan cobalah kerjakan kembali. Usahakan tidak terdistraksi dengan hal-hal lain (seperti ajakan menonton, bermain, keluar malam,dll). Skripsi bukan hanya sekedar tulisan yang rumit, melainkan tulisan sederhana yang bernilai juang.
ü  Skripsi dan Bimbingan

Sobat, pada tahapan ini kita harus benar-benar buang rasa malas dan main-main. Mengapa? Bagaimana mungkin kita harus menjadi malas, ketika kita rajin kita susah menjumpai pembimbing. Jadi, yuk motivasi diri sendiri untuk bergerak maju dan melangkah bersama pejuang-pejuang lainnya. Bila perlu buat grup “Dosen Warrior’’ misalnya. Dengan adanya grup, sesama penakluk skripsi ada wadah sharing knowledge atau tukar informasi tentang keberadaan dosen. Cara ini cukup ampuh!  Selain menolong teman yang kewalahan mencari dosen (mahasiswa dengan rumah yang jauh dari kampus). Oiya, dalam bimbingan skripsi, kita tidak perlu mendesak-desak atau memaksa pembimbing untuk ACC-in skripsi kita, justru hal itu akan membuat keadaan tidak menjadi lebih baik. Saat bimbingan, meskipun banyak coretan jangan patah semangat, perbaiki coretan tersebut menjadi lebih baik. Jangan takut salah, karena salah adalah hal yang wajar. Oiya, saat hendak bimbingan kita juga bisa menanyakan dengan sopan kepada dosen pembimbing kira-kira ‘sudah layak buat sidang’. Well, asal kita sudah benar-benar yakin loh. 

ü  Tibalah Menjemput Cinta Skripsi
Untuk mendapatkan cinta skripsi tahap terakhir adalah melalui ujian. Udah di acc buat kompre/sidang disitu terkadang saya merasa sedih (ehhh J). Sedih bukan dalam artian hendak menangis. Tapi sedih kalau tiba-tiba nanti ujian gagal dan tak bisa mempertahankan Skripsi atau terjadi penolakan.Well, penolakan atau gagal bukan  titik akhir segalanya guys. Bisa saja menjadi awal untuk yang lebih indah dan berharga. Namun, tidak ada salahnya sobat jangan langsung berfikiran untuk gagal dalam ujian skripsi. Sobat kudu yakin dengan diri sendiri dan jangan terlalu cemas untuk menghadapi sidang besok. Rasa khawatir, gelisah, nervous adalah hal yang wajar. Buat hati tenang dan selalu berdoa yang terbaik. Bacalah selalu doa “Rabbi zidni ilman, warzuqni fahman” dan “Rabbish rahli sadri wa yas-sir li amri wahloul uqdatam mil-lisaani yafqahu qawli”

Yah, itulah sekelak tips dan motivasi buat teman-teman yang lagi berjuang menaklukkan skripsi. Selamat berjuang sobat!

Semoga bermanfaat J 

sumber gambar :
Blog.downtravels.com
Moodle.sou.edu
sharpschool.com
wikihow.com
123.rf.com
pksnongsa.rssing.com











No comments:

Post a Comment