Say"Welcome to my zone"


widgeo.net

Tuesday, January 12, 2016

Barakallah fi Umurik, Ummi


“Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua ibu-bapaknya, ibunya telah mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah klepadaKu dan hanya kepadaKulah kembalimu” (Qs. Luqman :14)
            12 Januari 2016
            Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh !
 (Aku tidak mengucapkan selamat di waktu berbeda karena ku mendoakan keberkahan untukmu tidak hanya pagi,siang dan malam hhe J). Sudah lama tak ngeblog.. dan inilah postingan pertamaku di tahun 2016. I hope you enjoy it :)

            Ibuku bernama Roswita lahir di desa Maninjau 12 Januari 1958 ( sekarang usianya 58 tahun tapi masih awet muda hhe). Kalau bercerita tentang Ibu tidak ada habis kata untuk mendeskripsikan wanita yang telah membesarkanku dengan penuh kasih sayang dan cinta yang tak terbatas yang telah ia berikan. Dalam Qs. Luqman Allah berfirman bahwa seyogyanya kita Manusia harus berbuat baik terhadap orangtua kita. Dalam ayat ini disebutkan bahwa ibu mengalami tiga macam kepayahan , yang pertama adalah hamil. Betapa tidak dalam kondisi seperti ini terkadang ibu masih saja tetap bergerak aktif, merasakan sakitnya perut akibat ulahku sewaktu di dalam kandungan (hhe J). Kemudian, melahirkan seorang anak. Hidup dan mati dia perjuangkan hanya untuk melihat tubuh mungil dan tangisan lembut dariku hingga asi yang ia berikan saat aku bayi.

            Tangan halus nan lembut itu tidak pernah letih merawatku. Bahkan hingga saat ini aku masih bisa merasakan hangatnya dekapan ibu meskipun jarak memisahkan. Time flies so fast. Yah, begitulah kira-kira yang kurasakan. Rasanya seperti waktu kemarin aku bersenang-senang dengan ibu tapi kini aku bingung ketika sekarang ada pertanyaan seperti ini yang muncul di benakku.
“Kapan terakhir kau makan bersama dengan ibu?”
            Ibu memang tak lagi muda tapi semangatnya tetap membara bahkan bisa mengalahkan semangatku. Berapa banyak uang yang dikeluarkan ibu untuk biaya pendidikanku takkan bisa kuganti dengan uang karena ibu tak hanya memberi dan tak harap kembali. Ibu, Ibu memberikan dukungan tidak hanya dari segi materil tapi juga moril. Selalu memotivasi dan menasihatiku di kala hati lara dan bathin gundah. Ibu yang selalu mengajariku untuk selalu berdoa untuk menenangkan hati. Ketika Ayahku sakit, ibu tidak tinggal diam. Ibu merawat ayahku dengan cinta dan kasihnya. Ayah memang sudah tidak lagi bekerja karena kondisinya yang tidak fit. Kadang air mataku menetes saat aku bisa meraih sesuatu yang kudapat aku selalu berfikir hasil yang kuperoleh tak jauh dari jerih payah, doa dan restu ibu yang selalu mengilhami diriku.
Hari ini (12 Januari 2016) umur ibuku bertambah tapi aku mersakan sedih. Sedih karena ibu bertambah tua. Sedih karena aku belum bisa berbuat apa-apa dan memberikan hal-hal yang ibu sukai. Bagaimanapun ibu selalu berpesan kepadaku jika aku menjadi orang besar tetap selalu menjadi diri sendiri dan rendah hati terhadap apa yang kita punya.
Ibuku, Allah telah menghadirkan seseorang yang sempurna, seseorang yang melebihi sahabat terbaik sekalipun, hubungan ini terjalin hingga ke akhirat nanti, Ibu ( I hope :’) ) Engkaulah orang itu Ibu.
Happy Milad, ma. Barakallah fi umurik
Padang, 12 Januari 2016
Your Dear Son,
 HASNAN FIQRI
              

No comments:

Post a Comment