Say"Welcome to my zone"


widgeo.net

Sunday, July 26, 2015

Suara Hingga Sayup: Ketika Perjalanan ke Padang Menjadi Menyenangkan


(24.07.2015)
            Perjalananku ke Padang kali ini cukup berbeda dari biasanya. Mobil itu akan tiba menjemputku pukul 20.00 WIB kurang lebih begitu. Selalu merasa sedih kadang meninggalkan kampung halaman karena udara asin laut sudah melekat dalam nadiku. Aku memeriksa kembali barang yang akan kubawa ke bagasi mobil. Kulihat mata ibu berkaca-kaca ketika melihatku yang sudah memasuki mobil. Aku pamit pada ibu, ayah, dan saudaraku. Ketika hendak masuk mobil, aku kembali menyalam ibu. Kali ini kucium dan kupeluk tubuhnya cukup lama. Mobilpun melaju menuju loket. Di sana saya memperhatikan ada tiga turis asing yang sedang duduk dan sepertinya akan berada di mobil ini. Beberapa saat kemudian, saya mengingat kunci rumah tertinggal tetapi untungnya ibu dan abangku langsung mengantar ke loket yang tidak jauh dari rumah dengan kereta (read:motor).
“Nan, ado bule bah. Ajak mangecek beko yo.” Kata abangku sembari memberikan kunci
“Hmm. Iyolah bang ambo cubo dulu.”timpalku
“Lamak lah yo ado kawan anan mangecek beko.” Sambung ibu
“Yah, mudah-mudahan bisa kenalan dan ngobrol beko mak.”balasku


            Ketiga turis tersebut naik dan duduk di kursi paling belakang. Subhanallah, ketiga turis itu sungguh cantik sekali bak bidadari yang kurindukan (ahh.. lebay). Suara gas mobil pun sudah terdengar dan kamipun berangkat meninggalkan kota Sibolga. Saat di mobil turis tersebut berbicara dengan bahasa yang kupikir bahasa Russia karena bahasa dan aksen yang aneh. Saat menikmati perjalanan, supir mobil bertanya kepadaku apakah aku bisa bahasa inggris dan saya hanya membalas Insha Allah bisa sedikit bang. Satu jam setelah perjalanan, supir menyuruhku untuk menyuruh ketiga turis tersebut untuk turun sebentar karena ada barang yang cukup banyak dimasukkan ke bagasi dan mau tidak mau seat mereka harus dinaikkan sedikit.
“Excuse me, Mam. Would you mind to go outside for a moment? The driver wants to package these stuffs in baggage. I am afraid you won’t be comfortable since your seat need to be lifted up.”ucapku
“Oh.. No.. What’s happening? We can’t move. We want here and we already pay much money for this.” Sambung sang turis
“I am truly sorry for you but I just deliver this message for you.”ujarku
Dengan wajah sedikit murung akhirnya mereka keluar. Dengan sangat menyesal akupun minta maaf kepada mereka bertiga. Aku memperkenalkan diri dan kamipun saling mengenal satu sama lain. Ketiga turis itu bernama Linda, Russel, dan Sophie.Akupun bertanya kepada mereka berapa jumlah uang yang mereka bayar untuk pergi ke bukit tinggi. Alangkah terkejutnya mereka membayar masing-masing Rp. 300.000 sedangkan aku yang hanya ke Padang hanya Rp. 170.000. Sangat disayangkan memang dengan perilaku si supir yang mematok tarif tinggi untuk mereka. Hampir lupa, ternyata mereka dari Belanda bukan dari Rusia seperti yang kupikirkan.
“Linda, I think you should move here.” Sambil menunjuk bangku ke dua.
“I want but this chair is broken and cannot be settled.” Keluh linda
            Berbagai cara aku membujuk mereka bertiga untuk duduk di kursi belakang supir dan akhirnya mereka bersedia. Linda dan Sophie memiliki kaki nan jenjang sehingga mereka cukup kewalahan mangatur posisi tidur. Aku kasihan melihat Linda yang duduk di kursi yang agak rusak. Kutawarkan dia untuk duduk di depan tapi dia menolak dan tidak mau membuatku tidak nyaman. Bang supir berterimakasih kepadaku karena dia bisa repot dengan ketiga turis tersebut.
….
Dua jam kemudian kami sampai di Sitinjak, akupun keluar dari mobil mencari toilet karena sesak pipis yang kutahan. Linda dan Russel minta ditunjukkan di mana toilet dan akupun menemani mereka ke toilet yang agak sedikit bau. Tidak menyangka ternyata mereka sangat baik hati sekali. Kamipun berbincang cukup lama dan semakin menyenangkan untuk berbicara.
“ Anan, we thank you for your kindness. We are helped by you.” Ungkap Sophie yang memiliki wajah jutek.
“Ah,. No problem Sophie.” Ujarku
            Percakapan kami pun mengarah ke arah sekolah, hobby, budaya dan agama. Linda menanyakan agamaku dan aku menjawab Islam dan mereka menanyakanku hal-hal tentang ramadhan.
“ So you are Muslim, Anan. How was your fasting?”Ucap Russel
“Alhamdulillah I did it full.”
“ Since when did you do fasting?”
“Since I was child I practiced to do fasting and perhaps at the beginning I feel weak, hungry and tired but it’s a truly and beautifulness of ramadhan.”
“Wow. Amazing. What does Ramadhan mean to you?” Tanya Sophie.
“Hmm.. Ramadhan is a blessing month for me and every Muslims in the world. It’s not just about no eat and drink but it also give us gratitude to the almighty God. Many our sisters and brothers may not eat like the way we do. Ramadhan teaches us to be thankful person for everything that we have in this world.” Kujelaskan dengan seadanya.
            Tampaknya mereka bertiga cukup tertarik dengan agama Islam dan bertanya banyak tentang islam. Kemudian akupun bertanya kepada mereka terkait agamanya dan akupun terdiam mendengar jawaban mereka. Mereka tidak memiliki agama hanya sains yang mereka pikirkan. Kendati begitu, aku berharap semoga mereka mendapat hidayah. Terlepas dari mereka yang belum mengenal Tuhan, mereka adalah orang baik yang mungkin belum mendapat hidayah.
…..
            Perutku tiba-tiba lapar dan akupun menagajak mereka makan. Alangkah kagetnya mereka memberiku kurma. Awalnya aku bingung karena mereka mengatakan kurma dengan sebutan date. Ternyata setelah kucek kamus date bisa diartikan sebagai buah padang pasir yang dikenal dengan sebutan kurma di Indonesia (walah-walah)
…..
            Sepuluh jam berlalu sampailah di km 8 menuju Bukit Tinggi dan singgah sebentar untuk makan. Linda menanyakan berapa jam lagi sampai ke Bukit dan aku menjelaskan bahwa kita sudah berada di daerah bukit tinggi tapi belum sampai pusat kota dan akan memakan waktu 5 menit untuk sampai. Saat menuju pusat kota, Linda menanyakan apakah café bedudul sudah buka jam segini ( waktu itu jam menunjukkan pukul 8.00). Sebenarnya saya tidak tau tentang café bedudul dan waktu buka café tersebut. Akhirnya saya gugling Alhamdulillah ada ulasan mengenai café itu dan hari ini buka pukul 8.00 s,d 1.30.
“Linda, Sophie, Russel.. we almost arrived at Jl. Ahmad Yani where bedudul café is located.”kataku pada mereka
“Oh, ya? Thank you Anan.” Ujar Linda
“What will you do after here in Bukit Tinggi?”
“We have plan go to Harau after this.” Sambung Sophie
“Ah, How about you go to Padang?” Balasku
“Yes, we want to Padang Anan. Maybe next week. May I have your number? I will call you when I get there and we can hang out together.”Linda memberikan sebuah buku
            Insha Allah jika tidak ada halangan kami akan bertemu kembali minggu depan di Padang. Saya sangat terharu dengan keramahan dan kebaikan mereka. Kamipun berpisah, tampak dari jauh mereka masih mendada ke arahku. Oh,, Linda, Russel, Sophie kalian membuat perjalanku ke Padang jadi menyenangkan. Di mobil tinggal dua orang penumpang tersisa. Aku merindukan suara mereka yang kini sayup tidak terdengar lagi hilang dibawa oleh kecepatan.


No comments:

Post a Comment