Say"Welcome to my zone"


widgeo.net

Saturday, August 30, 2014

Queen of Library

The Truth About You

“Susah kali bah nyuruh orang ini nyampul buku, palak awak!” ketus Emmelie dengan kesal. Suka duka dalam dunia perkuliahan telah dialami Emmelie dan masa kuliah meninggalkan kesan mendalam baginya. Dara kelahiran Toronto 30 tahun silam ini sekarang menikmati perannya sebagai ahli perpustakaan dan setiap hari berhadapan dengan buku dan orang-orang baru.
“Aku mencoba tetap semangat menjalani kerjaan ini karena aku senang berada disini” Emmelie berkata sambil merias wajah dan rambutnya dicermin.
Setiap hari Em ( sapaan akrab Emmelie) bekerja dari pagi hingga sore hari di perpus. Tak hayal Em mengetahui segala sesuatu yang ada di perpustakaan sekolah.
Saat Em mendata jumlah buku masuk di perpustakaan, gerombolan gadis populer datang menghampiri dan meminjam  buku kepadanya. Mereka adalah Tridany, Dirya, Linda dan Intry. Em takjub akan kecantikan dan gaya mereka apalagi Em sangat suka melihat gadis yang memakai sweater merah padahal cuaca sangat cerah dan panas.
.........
“Halo kak, kami mau minjam buku sejarah yah. Ada gak sih buku sejarah tentang patah hati?’’ celetuk Intry
“ Bah, mana ada itu dek.” tutur Em dengan nada datar
“ Hmm, kak aku mau nyari buku astronomi ada gak? Aku mau menghitung lama waktu menjomblo ku terhadap galaksi bimasakti.”Linda sembari mengisi absen
“ Kak Em, aku dan Tridany minta dicariin buku SMPTN yak, supaya bisa lulus mendapatkan tempat di hati cowok yang kami taksir.” Sambut Dirya dengan tertawa meledaknya.
Em hanya menggelengkan kepala dengan gerakan khasnya 45 derjat miring ke kiri dan kanan. Dara yang juga piawai dalam memainkan orgen tunggal ini kemudian mengambil sebuah buku yang ditemukannya di sebuah perpustakaan rahasia tempat dia dulu bekerja. Dia memberikan buku itu kepada Tridany,dkk. Buku itu sangat sakral dan penuh dengan kejutan-kejutan di dalamnya.
“Hmm.. Aku tidak mengerti dengan apa yang kalian cari. Sepertinya buku yang kalian cari tidak ada di planet ini. Kenapa gak pindah aja kelen dari bumi sih? Tapi.. Ada satu buku yang ingin kuberikan kepada kalian. Ini bukan sembarang buku, tolong baca dan lihat apa yang akan terjadi.” Komentar Em sembari memberi buku Queen of Library
“ Ratu perpustakaan? Buku kuno sperti apa ini kak?” Tanya Tridany penasaran
“ Ini akan membantu kalian.’’ Tutur Em dengan nada alto

*Tridany dan kawan-kawan akhirnya membawa pulang buku itu dan membacanya secara berjamaah*
Seminggu kemudian, Intry bertemu dengan genk-nya dan berbagi cerita mengenai sesuatu yang telah dibacanya dari buku itu.
Dalam salah satu bab Queen of Library, dia membaca tentang ingatan yang membabi buta.  Dalam bab tersebut tercantum untaian kalimat yang membuat Linda berdecak kagum
Ingatan akan seseorang yang pernah Anda cintai boleh saja membuat Anda sedih membabibuta tetapi Anda harus ingat bahwa ada seseorang di masa depan yang mencintai Anda sedang sibuk untuk mempersiapkan waktu terbaiknya untuk mendapatkan hari Anda.”
Terjawab sudahlah rasa penasaran Intry tentang sejarah patah hati yang pernah dia tanya ke Em. Intry menyadari bahwa sumber patah hati sesungguhnya adalah sebab cinta yang terlalu berlebihan terhadap mantan kekasihnya sehingga ia terus mengingat kenangan indah yang dia anggap abadi.
“ Ajib buku absurd ini yah, meskipun sudah kusam kertasnya tapi benar-benar menjawab rasa penasaranku. Belum lagi background nya yang rada horror. Kalau kupikir-pikir lagi memang benar aku terlalu berlebihan dalam mencintai si Patea ini padahal bibirnya berlebih. Seharusnya itu udah jadi kode.” Cerita Intry dengan tawa khasnya sambil menggaruk-garuk kepala yang lagi gatal.
Lain halnya dengan Linda, cewek antimainstream satu ini menemukan sesuatu yang menarik
“Anda tahu bumi dan benda langit beredar pada garis edarnya dan memiliki waktu edar yang berbeda pula. Jadilah benda langit itu!”
Linda menyadari betapa penting untuk tidak menghitung berapa lama dia menjomblo (7 tahun). Dia hanya perlu menikmati alur hidupnya seperti bumi yang beredar di orbitnya. Lama tidaknya menjomblo bukan karena kurangnya usaha, hanya saja belum dapat waktu yang tepat untuk menghasilkan gerhana hati.
“Aku entah kenapa agak takut baca bab ini, terlalu ngenak banget kayaknya” ujar Tridany sembari menggenggam tanganya kuat.
“Sama dany!! Kata dalam bab ini so so bitchy.”Dirya yang berapi-api

Pernahkah terpikir oleh Anda bagaimana cara agar lulus dalam suatu ujian masuk perguruan tinggi? Belajar? Bimbel ? Meski gak yakin juga sih.
Anda memiliki aura dan gunakan untuk membangkitkan keberuntungan dalam diri Anda. Anda juga harus tahu keberuntungan itu adalah suatu kesempatan yang bertemu dengan kesiapan.”

Khai sontak kaget dengan kalimat tersebut. Dia menyadari bahwa ketika dia dekat dengan seseorang yang dikaguminya, dia tidak memanfaatkan aura yang unik dalam dirinya sehingga jarang beruntung dalam setiap kesempatan. Terkadang ketika Khai telah memilki kesempatan untuk bisa dekat dengan gebetan, dia malah tidak siap. Beda halnya dengan Tridany. Dany memiliki aura yang sangat positif. Namun keberuntungan masih belum dipihaknya. Dany sebenarnya telah memilki kesiapan hanya saja kesempatan jarang diperolehnya sehingga ia harus bersabar.
“AAAAAAAAA!” Semua berteriak mendengar suara genderang petir
Mereka pun ketakutan dan memutuskan untuk tidur bersama

* Dua hari kemudian, Tridany, Linda, Intry dan Dirya kembali ke perpustakaan Emmelie*
“ Kak Em, kakak kok bisa-bisanya nakutin kami dengan buku ini.” Ujar Dirya
“ Itu kan Cuma buku biasa, gak ada yang spesial kok. Kalian aja yang terlalu serius bacanya mungkin.” Em dengan nada datar nan misterius
“ Tapi buku itu sepertinya mengetahui tentang ku. Apakah ada tondi di dalamnya?” Celoteh Linda dengan nada rendah
“Mana ku tau itu, Demi apa coba kalian pikir ada tondi di dalam buku itu?” jawab Em
“ Berasa ada benarnya apa yang ditulis dibuku sih kak.” Sambung Tridany
“ Ditambah petir menggelegar saat kami membicarakan buku ini malam hari.” Tambah Dirya
“ HAHAHAHAHA. Sejujurnya aku tidak pernah baca buku itu karena buku itu terlalu jujur pula buatku.” Emmelie tertawa menggelegar kemudian hening dan mulai meneteskan air mata.
Melihat Emmelie mulai menangis, mereka menghibur kak Em dan akhirnya mood nya kembali normal. Emmelie pun segera bangkit dan tersenyum. Em meminta pertolongan kepada Tridany dan kawan-kawan. Mereka awalnya sangat senang bisa membantu Em. Akan tetapi..      
“ Dek, kakak minta tolong kali. Ini penting kali buat kakak dan siswa siswi di sini. Aku iri dengan kalian yang cantik-cantik ini. Terkadang aku pengen kali terlihat cantik dan menawan seperti buku yang ku sampul ini.” Curhat Em sembari menyampul buku.
“Jangan gitu ah kk Em terlihat despy sekali.” Bujuk Intry
“ Baiklah, udah ceria aku. Makin ceria aku kalau kelen bantu aku menyampul buku-buku di kardus ini juga yah.” Em menyodorkan buku

*Nelen ludah*

           




Tondy : Disebut juga makhluk halus oleh penduduk yang tinggal di Mursala

2 comments:

  1. that is amazing story which starred by Kak Meli

    ReplyDelete
  2. Ahahahah.. How do you know if is it starred by kak Meli?

    ReplyDelete