“Susah kali bah nyuruh orang ini nyampul
buku, palak awak!” ketus Emmelie dengan kesal. Suka duka dalam dunia
perkuliahan telah dialami Emmelie dan masa kuliah meninggalkan kesan mendalam
baginya. Dara kelahiran Toronto 30 tahun silam ini sekarang menikmati perannya
sebagai ahli perpustakaan dan setiap hari berhadapan dengan buku dan
orang-orang baru.
“Aku mencoba tetap semangat menjalani
kerjaan ini karena aku senang berada disini” Emmelie berkata sambil merias wajah
dan rambutnya dicermin.
Setiap hari Em ( sapaan akrab Emmelie)
bekerja dari pagi hingga sore hari di perpus. Tak hayal Em mengetahui segala
sesuatu yang ada di perpustakaan sekolah.
Saat Em mendata jumlah buku masuk di
perpustakaan, gerombolan gadis populer
datang menghampiri
dan meminjam buku kepadanya. Mereka adalah Tridany, Dirya, Linda dan Intry.
Em takjub akan kecantikan dan gaya mereka apalagi Em sangat suka melihat gadis
yang memakai sweater merah padahal cuaca sangat cerah dan panas.
“Halo kak, kami mau minjam buku sejarah yah.
Ada gak sih buku sejarah tentang patah hati?’’ celetuk Intry
“ Bah, mana ada itu dek.” tutur Em dengan
nada datar
“ Hmm, kak aku mau nyari buku astronomi ada
gak? Aku mau menghitung lama waktu menjomblo ku terhadap galaksi bimasakti.”Linda
sembari mengisi absen
“ Kak Em, aku dan Tridany minta dicariin buku
SMPTN yak, supaya bisa lulus mendapatkan tempat di hati cowok yang kami
taksir.” Sambut Dirya dengan tertawa meledaknya.
Em hanya menggelengkan kepala dengan gerakan
khasnya 45 derjat miring ke kiri dan kanan. Dara yang juga piawai dalam
memainkan orgen tunggal ini kemudian mengambil sebuah buku yang ditemukannya di
sebuah perpustakaan rahasia tempat dia dulu bekerja. Dia memberikan buku itu
kepada Tridany,dkk. Buku itu sangat sakral dan penuh dengan kejutan-kejutan di
dalamnya.
“Hmm.. Aku tidak mengerti dengan apa yang
kalian cari. Sepertinya buku yang kalian cari tidak ada di planet ini. Kenapa
gak pindah aja kelen dari bumi sih? Tapi.. Ada satu buku yang ingin kuberikan
kepada kalian. Ini bukan sembarang buku, tolong baca dan lihat apa yang akan
terjadi.” Komentar Em sembari memberi buku Queen
of Library
“ Ratu perpustakaan? Buku kuno sperti apa ini
kak?” Tanya Tridany penasaran
“ Ini akan membantu kalian.’’ Tutur Em dengan
nada alto
*Tridany dan kawan-kawan akhirnya membawa
pulang buku itu dan membacanya secara berjamaah*
Seminggu kemudian, Intry bertemu dengan genk-nya dan berbagi cerita mengenai
sesuatu yang telah dibacanya dari buku itu.
Dalam salah satu bab Queen of Library, dia membaca tentang ingatan yang membabi
buta. Dalam bab tersebut tercantum
untaian kalimat yang membuat Linda berdecak kagum
“Ingatan akan seseorang yang pernah Anda
cintai boleh saja membuat Anda sedih membabibuta tetapi Anda harus ingat bahwa
ada seseorang di masa depan yang mencintai Anda sedang sibuk untuk
mempersiapkan waktu terbaiknya untuk mendapatkan hari Anda.”
Terjawab sudahlah rasa penasaran Intry
tentang sejarah patah hati yang pernah dia tanya ke Em. Intry menyadari bahwa
sumber patah hati sesungguhnya adalah sebab cinta yang terlalu berlebihan
terhadap mantan kekasihnya sehingga ia terus mengingat kenangan indah yang dia
anggap abadi.
“ Ajib buku absurd ini yah, meskipun sudah
kusam kertasnya tapi benar-benar menjawab rasa penasaranku. Belum lagi background nya yang rada horror. Kalau
kupikir-pikir lagi memang benar aku terlalu berlebihan dalam mencintai si Patea
ini padahal bibirnya berlebih. Seharusnya itu udah jadi kode.” Cerita Intry
dengan tawa khasnya sambil menggaruk-garuk kepala yang lagi gatal.
Lain halnya dengan Linda, cewek
antimainstream satu ini menemukan sesuatu yang menarik
“Anda tahu bumi dan benda langit beredar pada
garis edarnya dan memiliki waktu edar yang berbeda pula. Jadilah benda langit itu!”
Linda menyadari betapa penting untuk tidak
menghitung berapa lama dia menjomblo (7 tahun). Dia hanya perlu menikmati alur hidupnya seperti bumi yang beredar di
orbitnya. Lama tidaknya menjomblo bukan karena kurangnya usaha, hanya saja belum
dapat waktu yang tepat untuk menghasilkan gerhana hati.
“Aku entah kenapa agak takut baca bab ini,
terlalu ngenak banget kayaknya” ujar Tridany sembari menggenggam tanganya kuat.
“Sama dany!! Kata dalam bab ini so so
bitchy.”Dirya yang berapi-api
“Pernahkah terpikir oleh Anda bagaimana cara
agar lulus dalam suatu ujian masuk perguruan tinggi? Belajar? Bimbel ? Meski
gak yakin juga sih.
Anda memiliki aura dan gunakan untuk
membangkitkan keberuntungan dalam diri Anda. Anda juga harus tahu keberuntungan
itu adalah suatu kesempatan yang bertemu dengan kesiapan.”
Khai sontak kaget dengan kalimat tersebut.
Dia menyadari bahwa ketika dia dekat dengan seseorang yang dikaguminya, dia
tidak memanfaatkan aura yang unik dalam dirinya sehingga jarang beruntung dalam
setiap kesempatan. Terkadang ketika Khai telah memilki kesempatan untuk bisa
dekat dengan gebetan, dia malah tidak siap. Beda halnya dengan Tridany. Dany
memiliki aura yang sangat positif. Namun keberuntungan masih belum dipihaknya.
Dany sebenarnya telah memilki kesiapan hanya saja kesempatan jarang
diperolehnya sehingga ia harus bersabar.
“AAAAAAAAA!” Semua berteriak mendengar suara
genderang petir
Mereka pun ketakutan dan memutuskan untuk
tidur bersama
* Dua hari kemudian, Tridany, Linda, Intry
dan Dirya kembali ke perpustakaan Emmelie*
“ Kak Em, kakak kok bisa-bisanya nakutin kami
dengan buku ini.” Ujar Dirya
“ Itu kan Cuma buku biasa, gak ada yang
spesial kok. Kalian aja yang terlalu serius bacanya mungkin.” Em dengan nada
datar nan misterius
“ Tapi buku itu sepertinya mengetahui tentang
ku. Apakah ada tondi di dalamnya?”
Celoteh Linda dengan nada rendah
“Mana ku tau itu, Demi apa coba kalian pikir
ada tondi di dalam buku itu?” jawab
Em
“ Berasa ada benarnya apa yang ditulis dibuku
sih kak.” Sambung Tridany
“ Ditambah petir menggelegar saat kami
membicarakan buku ini malam hari.” Tambah Dirya
“ HAHAHAHAHA. Sejujurnya aku tidak pernah
baca buku itu karena buku itu terlalu jujur pula buatku.” Emmelie tertawa
menggelegar kemudian hening dan mulai meneteskan air mata.
Melihat Emmelie mulai menangis, mereka
menghibur kak Em dan akhirnya mood nya
kembali normal. Emmelie pun segera bangkit dan tersenyum. Em meminta pertolongan
kepada Tridany dan kawan-kawan. Mereka awalnya sangat senang bisa membantu Em.
Akan tetapi..
“ Dek, kakak minta tolong kali. Ini penting
kali buat kakak dan siswa siswi di sini. Aku iri dengan kalian yang
cantik-cantik ini. Terkadang aku pengen kali terlihat cantik dan menawan
seperti buku yang ku sampul ini.” Curhat Em sembari menyampul buku.
“Jangan gitu ah kk Em terlihat despy sekali.” Bujuk Intry
“ Baiklah, udah ceria aku. Makin ceria aku
kalau kelen bantu aku menyampul buku-buku di kardus ini juga yah.” Em
menyodorkan buku
*Nelen ludah*
Tondy
: Disebut juga makhluk halus oleh penduduk yang tinggal
di Mursala
that is amazing story which starred by Kak Meli
ReplyDeleteAhahahah.. How do you know if is it starred by kak Meli?
ReplyDelete