Say"Welcome to my zone"


widgeo.net

Wednesday, August 6, 2014

IYD - This is Bali



Oleh : Hasnan Fiqri
(http://www.ganto.or.id/artikel/492/dialog-titian-keberagaman.html)


Senin siang, Bandara Internasional Minangkabau. Deru mesin pesawat mulai terdengar. Perlahan pesawat yang saya tumpangi mulai bergerak lambat dan bersiap  untuk take off. Pesawat terbang dan perjalanan pun dimulai.
Ini adalah sebuah perjalanan baru, pelengkap cerita kehidupan yang berawal dari sebuah postingan formulir aplikasi pendaftaran camp bertema dialog oleh salah seorang senior di jejaring sosial. Oleh postingan tersebut, saya pun mencoba peruntungan. Dan pada 20 Februari 2014, saya dinyatakan lulus menjadi peserta Indonesian Youth Dialogue  (IYD) Camp, pada 9-11 April 2014 di Bali. 
IYD
merupakan komunitas pemuda Indonesia dengan visi mempromosikan dialog sebagai sarana untuk menciptakan pemahaman dan kerja sama yang baik antarpemuda Indonesia. Salah satu bentuk kegiatan IYD adalah IYD Camp. Bertujuan untuk menanamkan semangat Bhineka Tunggal Ika dalam jiwa pemuda Indonesia.
Sesampainya di lokasi camp IYD, Villa Pat Mase Jimbaran, saya berkenalan dengan panitia serta 15 peserta lainnya. Setiap peserta  datang dari berbagai daerah, seperti Surabaya, Bali, Sunda, dan Sumatera. Kami menyatu oleh berbagai perbedaan. Berbeda karakter, latar belakang, agama, dan kebudayaan. Suasana malam waktu itu semakin mengakrabkan, saling bercerita dan berbagi pengalaman. Hangat, larut, dan semakin menyatu oleh sebab keberagaman. 
Pada hari pertama, diawali dengan game perkenalan. Dilakukan dengan cara melemparkan kertas berbentuk bola kepada peserta. Peserta yang kena lemparan akan  menyebutkan tiga nama dari peserta IYD, kemudian  melemparkan lagi ke peserta lain, begitu seterusnya. Makna dari permainan ini adalah aplikasi sederhana  sebuah dialog. Ketika percakapan terjadi, kita dituntut untuk banyak mendengar agar pesan tersampaikan dengan baik.
Game berikutnya adalah ship of hope, yaitu menuliskan satu kata yang menggambarkan diri masing-masing pada potongan kertas kecil dan meletakkannya pada sebuah perahu agar tidak berserakan apabila diterjang ombak. Permainan ini mengajarkan kita agar dapat mencari celah untuk memperkuat harapan, yakni dengan saling menghargai dan bekerja sama.
Agenda selanjutnya adalah menceritakan diri dan keunikan daerah asal. Melalui dialog pluralism ini, titian di antara kami semakin kuat. Kegiatan camp semakin seru ketika kami membuat action plan untuk mengampanyekan dialog dalam menjaga keharmonisan pemuda Indonesia. 
Pada malam harinya, ada sharing session bersama Dr. Alfred Munzer, seorang holocaust survivor. Alfred membagi kisahnya tentang kenangan masa kecilnya yang dirawat oleh seorang pekerja rumah tangga muslim yang berasal dari Indonesia, sementara ia adalah Yahudi.
Pagi datang bersama matahari yang bertahta di ufuk timur. Membangunkan kami untuk bersiap mengikuti acara berikutnya, yaitu kuliah bersama Dr. Racelle R. Weimen dari Dialogue Institute. Beliau memberikan materi tentang intention, yaitu keyakinan kuat membangun hubungan baik dengan orang lain.
Acara puncak IYD berlangsung pukul 19.00 WITA, mengenakan batik sebagai dresscode. Sekitar 200 peserta talkshow dari Universitas di Bali turut meramaikan closing ceremony. Acara penutupan disuguhkan dengan penyampaian materi tentang pluralism. 
Kami kembali ke daerah masing-masing. Membawa banyak pelajaran dan pengalaman. Belajar bahwa berbeda itu indah. Perbedaan tidak menghalangi kita untuk berbagi. Berbagi mata untuk melihat dunia.  Karena melalui mata seseorang, kita bisa melihat berbagai hal yang tidak dapat dilihat melalui mata kita sendiri.

No comments:

Post a Comment