Hajimashte! Watashi Fiqri san
Deska.
Hari itu aku merasa setengah hidup
saat diterima di SMAN 1 Sibolga tepatnya kebagian kelas yang diisi oleh 20
siswa cerdas dengan mimik wajah kaku. Berada di kelas membuatku cukup bahagia.
Sebelum resmi menjadi siswa, terlebih dahulu dikarantina ala-ala militer baris
berbaris bersama pak Oo (gak tau kenapa namanya seperti itu). Singkat cerita,
dilantiklah kami menjadi siswa (unggulan) di kota Sibolga. Mungkin yang terbenak
dipikiran orang-orang sswa unggalan itu adalah mereka yang hampir sempurna.
Part
1 D’Flowerz
Tahun ajaran baru telah tiba, satu
persatu aku telah mengenal teman-temanku meskipun sulit mengingat beberapa
nama. Aku duduk di baris dua pojok kanan dan sebaris itu semuanya laki-laki. Di
depanku ada siswa astral bernama Handan yang sangat kaku dan pendiam, kemudian
dibelakangku ada Paul, Dody, dan Amos. Awal-awal semua memang sangat jaim dan terlihat cool. Amos dan Dody semacam pasangan yang agak tak bisa dipisahkan
membuat kecurigaan salah satu pihak hhe. Handan bagiku masih menjadi murid
misterius dan terlihat sangat aneh dan agak-agak takut untuk saling sapa.Akupun
memberanikan diri memulai komunikasi dengannya dan seiring berjalannya waktu
aku tidak takut lagi berkomunikasi dengan sosok tersebut. Handan bercita-cita
ingin menjadi dokter karena ingin membantu masyarakat kurang mampu untuk
merasakan kesehatan dan kebahagian katanya. Lalu ada Amos, siswa paling
menonjol dikelas (karena paling tinggi -_-) yang hobi bermain gitar dan Dody
sang mastepiece yang memiliki bakat nyanyi (meski gak yakin juga bisa meraih 1
oktaf). Oh ya Paul, Azhar, Hotlan sudah berteman apik denganku sejak di SMPN 2.
Sudah tidak kaku lagi kalau berkomunikasi tentunya. Kemudian ada Jona, the gadget boy. Temanku yang satu ini
sungguh ciamik dalam hal teknologi tentunya.
Tahun 2008,
dibentuklah ’Flowerz. Perlu diketahui genk ini ada sebelum drama sejuta umat
Boys Before Flowers muncul. D’Flowerz diketuai oleh Amos. D’Flowerz ini
diartikan sebagai kelompok yang menyukai keindahan dan romantisme (ceileehh). Genk
ini awalnya terdiri dari empat orang yakni aku, amos, dody, paul dan genk ini
menularkan virus ke Jona, Azhar, Hotlan, dan beberapa siswa kelas sebelah.
Sontak, D’Flowerz cukup terkenal di facebook. Akan tetapi, D’Flowerz tak
berahan lama karena ada beberapa faktor yakni dituduh meniru-niru drama korea
BBF. Padahal, D’Flowerz muncul sebelum drama tersebut ada. Alasan lain mungkin
karena ada ‘sosok’ lain yang bergabung di grup ini dan terjadi
ketidakseimbangan ekosistem (weleh2). Satu persatu member D’Flowerz menghapus
kata itu dalam namanya dan gugur lah D’Flowerz.
Photoshoot bersama D'Flowerz
Part
2 Seonggok Kado Panas
Biologi adalah pelajaran yang tidak
kusuka namun tidak kubenci. Aku Cenderung lebih memilih menyukai pelajaran
menghitung-hitung atau ilmu sosial. Biologi diajar oleh guru fenomenal Mr. Rait
(Ah.. jadi rindu). Pak Rait memiliki metode mengajar yang baik hanya saja acap kali menggunakan jurus pamungkas Sembilan
kata tanpa makna yaitu ‘ kita lihat disana adalah merupakan bagian daripada hal tersebut’
Suatu
ketika, entah angin apa yang merasuk dipikranku dan Handan. Seluruh cowok di
IPA 1 sering ngumpul bareng di kantin pak Regar untuk membeli sesuap lontong
dan secuil cemilan. Bel masuk berbunyi, akan tetapi kami malah menunggu sekitar
15 menit sebelum masuk ke kelas. Merasa tidak nyaman, aku dan Handan pada menit
kelima bergegas menuju ruang kelas. Belum sempat mengetok pintu kelas, kami
sudah diusir dengan kata “KELUAR”. Pasrah dengan keadaan itu, kami hanya duduk
dan merenung di pinggir tangga. Beberapa saat kemudian, muncullah preman kantin
tadi. Aku dan Handan bercerita kalau bapak sangat marah dan mengusir kami
keluar. Mencoba memberanikan diri, merekapun masuk dan hasilnya tetap sama.
DIUSIR
Merasa
keadaan kelas sunyi, kami disuruh masuk oleh si bapak tetapi tidak diijinkan
duduk dan berdiri di depan kelas dengan pose bak model. Kamipun ditanyai
perihal keterlambatan dan untungnya kami menjawab kompak. Akhirnya kami (gagal)
menang dengan alasan tersebut. Akhir yang dinanti-nanti kami dapat jatah
seonggok kado panas masing-masing 3 ketukan di kepala yang kami sebut ‘petuk’yaitu
suatu jurus yang dilayangkan di bagian kepala. Tidak hanya itu, kami cowok
kebagian cubitan panas di sekitar paha yang bekasnya seminggu baru hilang.
Tidak ada yang tida berteriak menahan serangan ini. Beberapa teman yang duduk
terlihat tertawa dan menikmati adegan ini. Alhamdulillah, diizinkan kembali
mengikuti pelajaran pada 20 menit terakhir les. Aku agak sedikit menyesal
datang terlambat ke kelas dan berusaha untuk tidak berbuat yang begituan lagi. Eits,
meskipun begitu itu tidak membuat aku jera juga sih.. hehehe

No comments:
Post a Comment