Say"Welcome to my zone"


widgeo.net

Tuesday, September 23, 2014

UNTOLD STORY



Hajimashte! Watashi Fiqri san Deska.
Hari itu aku merasa setengah hidup saat diterima di SMAN 1 Sibolga tepatnya kebagian kelas yang diisi oleh 20 siswa cerdas dengan mimik wajah kaku. Berada di kelas membuatku cukup bahagia. Sebelum resmi menjadi siswa, terlebih dahulu dikarantina ala-ala militer baris berbaris bersama pak Oo (gak tau kenapa namanya seperti itu). Singkat cerita, dilantiklah kami menjadi siswa (unggulan) di kota Sibolga. Mungkin yang terbenak dipikiran orang-orang sswa unggalan itu adalah mereka yang hampir sempurna.



Part 1 D’Flowerz
Tahun ajaran baru telah tiba, satu persatu aku telah mengenal teman-temanku meskipun sulit mengingat beberapa nama. Aku duduk di baris dua pojok kanan dan sebaris itu semuanya laki-laki. Di depanku ada siswa astral bernama Handan yang sangat kaku dan pendiam, kemudian dibelakangku ada Paul, Dody, dan Amos. Awal-awal semua memang sangat jaim dan terlihat cool. Amos dan Dody semacam pasangan yang agak tak bisa dipisahkan membuat kecurigaan salah satu pihak hhe. Handan bagiku masih menjadi murid misterius dan terlihat sangat aneh dan agak-agak takut untuk saling sapa.Akupun memberanikan diri memulai komunikasi dengannya dan seiring berjalannya waktu aku tidak takut lagi berkomunikasi dengan sosok tersebut. Handan bercita-cita ingin menjadi dokter karena ingin membantu masyarakat kurang mampu untuk merasakan kesehatan dan kebahagian katanya. Lalu ada Amos, siswa paling menonjol dikelas (karena paling tinggi -_-) yang hobi bermain gitar dan Dody sang mastepiece yang memiliki bakat nyanyi (meski gak yakin juga bisa meraih 1 oktaf). Oh ya Paul, Azhar, Hotlan sudah berteman apik denganku sejak di SMPN 2. Sudah tidak kaku lagi kalau berkomunikasi tentunya. Kemudian ada Jona, the gadget boy. Temanku yang satu ini sungguh ciamik dalam hal teknologi tentunya.
Tahun 2008, dibentuklah ’Flowerz. Perlu diketahui genk ini ada sebelum drama sejuta umat Boys Before Flowers muncul. D’Flowerz diketuai oleh Amos. D’Flowerz ini diartikan sebagai kelompok yang menyukai keindahan dan romantisme (ceileehh). Genk ini awalnya terdiri dari empat orang yakni aku, amos, dody, paul dan genk ini menularkan virus ke Jona, Azhar, Hotlan, dan beberapa siswa kelas sebelah. Sontak, D’Flowerz cukup terkenal di facebook. Akan tetapi, D’Flowerz tak berahan lama karena ada beberapa faktor yakni dituduh meniru-niru drama korea BBF. Padahal, D’Flowerz muncul sebelum drama tersebut ada. Alasan lain mungkin karena ada ‘sosok’ lain yang bergabung di grup ini dan terjadi ketidakseimbangan ekosistem (weleh2). Satu persatu member D’Flowerz menghapus kata itu dalam namanya dan gugur lah D’Flowerz.
Meskipun begitu, D’Flowerz ini adalah puncak kekompakan kami di kelas =)


Photoshoot bersama D'Flowerz


Part 2 Seonggok Kado Panas

Biologi adalah pelajaran yang tidak kusuka namun tidak kubenci. Aku Cenderung lebih memilih menyukai pelajaran menghitung-hitung atau ilmu sosial. Biologi diajar oleh guru fenomenal Mr. Rait (Ah.. jadi rindu). Pak Rait memiliki metode mengajar yang baik hanya saja  acap kali menggunakan jurus pamungkas Sembilan kata tanpa makna yaitu ‘ kita lihat disana adalah merupakan bagian  daripada hal tersebut’
            Suatu ketika, entah angin apa yang merasuk dipikranku dan Handan. Seluruh cowok di IPA 1 sering ngumpul bareng di kantin pak Regar untuk membeli sesuap lontong dan secuil cemilan. Bel masuk berbunyi, akan tetapi kami malah menunggu sekitar 15 menit sebelum masuk ke kelas. Merasa tidak nyaman, aku dan Handan pada menit kelima bergegas menuju ruang kelas. Belum sempat mengetok pintu kelas, kami sudah diusir dengan kata “KELUAR”. Pasrah dengan keadaan itu, kami hanya duduk dan merenung di pinggir tangga. Beberapa saat kemudian, muncullah preman kantin tadi. Aku dan Handan bercerita kalau bapak sangat marah dan mengusir kami keluar. Mencoba memberanikan diri, merekapun masuk dan hasilnya tetap sama. DIUSIR
            Merasa keadaan kelas sunyi, kami disuruh masuk oleh si bapak tetapi tidak diijinkan duduk dan berdiri di depan kelas dengan pose bak model. Kamipun ditanyai perihal keterlambatan dan untungnya kami menjawab kompak. Akhirnya kami (gagal) menang dengan alasan tersebut. Akhir yang dinanti-nanti kami dapat jatah seonggok kado panas masing-masing 3 ketukan di kepala yang kami sebut ‘petuk’yaitu suatu jurus yang dilayangkan di bagian kepala. Tidak hanya itu, kami cowok kebagian cubitan panas di sekitar paha yang bekasnya seminggu baru hilang. Tidak ada yang tida berteriak menahan serangan ini. Beberapa teman yang duduk terlihat tertawa dan menikmati adegan ini. Alhamdulillah, diizinkan kembali mengikuti pelajaran pada 20 menit terakhir les. Aku agak sedikit menyesal datang terlambat ke kelas dan berusaha untuk tidak berbuat yang begituan lagi. Eits, meskipun begitu itu tidak membuat aku jera juga sih.. hehehe


No comments:

Post a Comment